" Mr. DJ "
Coba tanya aku.... Mengapa tawa itu dan senyum itu terlepas seakan tak ada beban???
Jawabnya karena aku tak tahu....
Tak mengerti aku,tuk melalui hari dengan jalan yang telah kau taburi dengan wajah-wajah yang bisa mendatangkan khayal....
Namun,nanti dulu.... Jangan persalahkan ku.... Jika jelang ada tawa dan amarah yang seakan aku yang membuat goda dan harapan cinta dan mencitai yang sewajarnya....
Lihatlah,dimana letak salah ku??? Yang ku tahu hanya menjalani hidup tanpa kenyataan yang kelak ada yang menyiraminya bahwa itu perih dan sakit....
Jelas.... Apa yang tertanam dan akan ku petik kelak.... Bukan aku yang menuliskan naskah tersebut tuk menjadi cinta....
Sungguh.... kesungguhan itu,bukan salah ku.... Ku tak mampu tuk melawan apa yang di maksud hasrat itu dan nafsu yang bergelora telah bergema....
Sebentuk kisah dan jejak,awal dari sebuah keyakinan.... Rasa itu yang akan tumbuh.... Semua hanya guyonan semata.... Saat hari ku tak ada yang menyapa.... Maka sapalah santun ku dengan cinta....
Jangan benci aku.... Karena aku tak tahu.... Tak tahu apa yang telah terjadi dantelah ku lakukan,karena ku tak memiliki sebentuk jalan dalam langkah yang telah di bayangi oleh wajah-wajah yang kelak kan kau bicarakan sendiri....
Aku hanyalah aku.... dengan jiwa ku yang sederhana.... Dan cinta ku yang apa adanya.... Kelak kan ku mengerti pahit itu dari asamnya yang pernah tumbuh dan berjalan seiring dengan langkah ku....
Namun jangan aku.... Jangan aku yang kau taburi dengan niat itu.... Niat yang kelak kan mendatangkan perih dari apa yang telah terencana oleh langkah-langkah mu....
Langkah ku kini,hanyalah langkah murni dari cerita kehidupan yang akan mendatangkan berita tentang ketidak sempurnaan hidup.... Itulah aku....
Jika ada jiwa.... Jiwa yang sama.... Jangan sama kan aku dengan dia.... Karena yang ku mengerti hanya aku dengan senyum dan tawa itu.... Yang kini menjadi buah bibir....
Buah bibir yang sudah mendatangkan,wajah-wajah yang bisa membuat ku seperti orang bodoh.... Karena hanya aku yang tak mengerti....
Jauh dari khayal itu.... Yang membelenggu dan terbelenggu karena rasa yang telah menjadi skenario pada jalan itu.... Jangan libatkan aku dalam duka itu....
Biarkan aku bebas dengan jalan ku.... Dan arahkan ku saat ku tak searah dengan jalan itu.... Karena ku tak mahu.... menelan pahit itu dan melumat luka itu.... Karena sakit rasanya....
Tolonglah aku.... Jangan biarkan ku terjerumus dalam kelukaan yang dalam.... Jika saat ini sepi,biarkan ku menyepi dengan jalan ku.... Biarkan ku sendiri.... Sendiri dengan jalan hidup ku.
Karena jalan itu,yang pernah di serentakkan oleh ku.... itu bukan jalan ku.... karena ternyata ada perih yang ku rasa.... Tolonglah aku.... biar ku balut sendiri dengan sepi ini....
Karena ternyata,ada pedih saat bersama.... Dan ku tak mahu berlarut-larut akan itu..... Dosa??? Apa yang termasuk dosa yang pernah ku dengar....
Namun jangan saat ini.... Karenaku tak mengerti arti dari dosa mu itu.... Dan jauhkan aku dari pedih itu.... Karena bersama ternyata ada luka dan dosa. " Renungkanlah"
Karena aku.... aku yang tak ingin banyak cerita tentang hidup yang ku jalani ini telah banyak mendatangkan berita.... Tentang sebentuk jiwa yang layak dan tidak tuk melangkah dalam perlindungan....
Bukan dengan kata-kata itu yang ku tak mengerti dari mana datangnya aku yang bersalah.... Masih tak ada niat indah itu dari penguasaan sandiwara dalam langkah-langkah itu....
Langkah-langkah yang telah bersamaan dengan noda dan dosa yang itu hanya datang dari pada mu..... engaku yang telah membuka niat mu menjadi noda dan dosa.... Bukan.... Bukan aku....
Itulah niat tersebut.... dengan bukti gambar dan doa juga noda dan dosa.... Siapa yang kelak kan mempercayai itu adalah sebentuk lelucon???
Itu adalah bukti cinta.... Cinta yang besar yang kau tawarkan,dan kau pun membutuhkan jua raga itu.... Yang kelak terlilitlah aku dalam ranjau yang kau bilang agama dan doa....
Sadarilah sandiwara mu itu telah lama.... Tak bernurani kah diri mu???? Atau masih ingin kau lanjutkan lagi pertemuan itu yang datang dari pada mu dosa itu???
Jawabnya karena aku tak tahu....
Tak mengerti aku,tuk melalui hari dengan jalan yang telah kau taburi dengan wajah-wajah yang bisa mendatangkan khayal....
Namun,nanti dulu.... Jangan persalahkan ku.... Jika jelang ada tawa dan amarah yang seakan aku yang membuat goda dan harapan cinta dan mencitai yang sewajarnya....
Lihatlah,dimana letak salah ku??? Yang ku tahu hanya menjalani hidup tanpa kenyataan yang kelak ada yang menyiraminya bahwa itu perih dan sakit....
Jelas.... Apa yang tertanam dan akan ku petik kelak.... Bukan aku yang menuliskan naskah tersebut tuk menjadi cinta....
Sungguh.... kesungguhan itu,bukan salah ku.... Ku tak mampu tuk melawan apa yang di maksud hasrat itu dan nafsu yang bergelora telah bergema....
Sebentuk kisah dan jejak,awal dari sebuah keyakinan.... Rasa itu yang akan tumbuh.... Semua hanya guyonan semata.... Saat hari ku tak ada yang menyapa.... Maka sapalah santun ku dengan cinta....
Jangan benci aku.... Karena aku tak tahu.... Tak tahu apa yang telah terjadi dantelah ku lakukan,karena ku tak memiliki sebentuk jalan dalam langkah yang telah di bayangi oleh wajah-wajah yang kelak kan kau bicarakan sendiri....
Aku hanyalah aku.... dengan jiwa ku yang sederhana.... Dan cinta ku yang apa adanya.... Kelak kan ku mengerti pahit itu dari asamnya yang pernah tumbuh dan berjalan seiring dengan langkah ku....
Namun jangan aku.... Jangan aku yang kau taburi dengan niat itu.... Niat yang kelak kan mendatangkan perih dari apa yang telah terencana oleh langkah-langkah mu....
Langkah ku kini,hanyalah langkah murni dari cerita kehidupan yang akan mendatangkan berita tentang ketidak sempurnaan hidup.... Itulah aku....
Jika ada jiwa.... Jiwa yang sama.... Jangan sama kan aku dengan dia.... Karena yang ku mengerti hanya aku dengan senyum dan tawa itu.... Yang kini menjadi buah bibir....
Buah bibir yang sudah mendatangkan,wajah-wajah yang bisa membuat ku seperti orang bodoh.... Karena hanya aku yang tak mengerti....
Jauh dari khayal itu.... Yang membelenggu dan terbelenggu karena rasa yang telah menjadi skenario pada jalan itu.... Jangan libatkan aku dalam duka itu....
Biarkan aku bebas dengan jalan ku.... Dan arahkan ku saat ku tak searah dengan jalan itu.... Karena ku tak mahu.... menelan pahit itu dan melumat luka itu.... Karena sakit rasanya....
Tolonglah aku.... Jangan biarkan ku terjerumus dalam kelukaan yang dalam.... Jika saat ini sepi,biarkan ku menyepi dengan jalan ku.... Biarkan ku sendiri.... Sendiri dengan jalan hidup ku.
Karena jalan itu,yang pernah di serentakkan oleh ku.... itu bukan jalan ku.... karena ternyata ada perih yang ku rasa.... Tolonglah aku.... biar ku balut sendiri dengan sepi ini....
Karena ternyata,ada pedih saat bersama.... Dan ku tak mahu berlarut-larut akan itu..... Dosa??? Apa yang termasuk dosa yang pernah ku dengar....
Namun jangan saat ini.... Karenaku tak mengerti arti dari dosa mu itu.... Dan jauhkan aku dari pedih itu.... Karena bersama ternyata ada luka dan dosa. " Renungkanlah"
Karena aku.... aku yang tak ingin banyak cerita tentang hidup yang ku jalani ini telah banyak mendatangkan berita.... Tentang sebentuk jiwa yang layak dan tidak tuk melangkah dalam perlindungan....
Bukan dengan kata-kata itu yang ku tak mengerti dari mana datangnya aku yang bersalah.... Masih tak ada niat indah itu dari penguasaan sandiwara dalam langkah-langkah itu....
Langkah-langkah yang telah bersamaan dengan noda dan dosa yang itu hanya datang dari pada mu..... engaku yang telah membuka niat mu menjadi noda dan dosa.... Bukan.... Bukan aku....
Itulah niat tersebut.... dengan bukti gambar dan doa juga noda dan dosa.... Siapa yang kelak kan mempercayai itu adalah sebentuk lelucon???
Itu adalah bukti cinta.... Cinta yang besar yang kau tawarkan,dan kau pun membutuhkan jua raga itu.... Yang kelak terlilitlah aku dalam ranjau yang kau bilang agama dan doa....
Sadarilah sandiwara mu itu telah lama.... Tak bernurani kah diri mu???? Atau masih ingin kau lanjutkan lagi pertemuan itu yang datang dari pada mu dosa itu???
WAIT

