Rabu, 08 Agustus 2018

"SURAT KECIL"

Disini aku menanti.... Jalan baik dari cerita kehidupan yang hanya sandiwara.... Bila mana itu terjadibuatlah aku sama seperti yang lain.... Karena ku ingin menjalani hidup ini pun bahagia dan tanpa hambatan....

Sama,aku pun tak mengerti lelahnya siang dan panasnya terang dan dingin nya malam dalam rumah dan indahnya hari-hari dengan uang.... Setidaknya aku juga ingin hidup yang layak sama seperti mereka....

Usaha itu pasti ada,namun dalam diam tak ku temui jalan terang untuk masa depan ku kelak.... Entah apa yang sudah di sembunyikan.... Tolonglah

"Rumah dan tabungan 100trilyun (40thn) dan 5milyar  per bulan agarku dapat hidup dengan layak sama seperti yang lain.... Perhitungkanlah aku.....

Senin, 06 Agustus 2018

"DIA BUKAN AKU"

Intan : iya pah Wira : pokoknya papa tidak suka melihat kamu pulang malam. Dengar? Intan : iya pah Wira : sekarang istirahat.papa juga mau istirahat Intan : soal uang itu pah? Wira : iya,papa lagi fikirkan. Sekarang kamu belajar dan belajar Intan : iya pah Ext. Rumah wira / malam Luna meihat rumah wira lalu pergi berjalan pelan,dan kendaraan yang melintas terhalang karena luna tak benar memarkirnya. Luna menarik nafas panjang lalu pergi Int. Ruang makan / Pagi Wira : intan mana mbo? Mirna : sudah berangkat tadi tuan Wira : ok,ok. Roti nya mana? Mirna : sebentar tuan Wira : tak usah deh,saya buru-buru. Trimakasih Mirna : baik tuan Wira segera pergi dan leman sudah menunggunya di mobil,mirna segera membereskan meja Int. Kantin / siang Dave : iya Intan : lagian,ke rumah nggak kenal waktu Shinta : tau tuh,gw juga Intan : ya ampun Shinta : ssst,orangnya datang Mario : hallo semua Intan dan shinta saling pandang,mario menarik dave dan berbincang berdua Shinta : gw kayaknya ntar nggak jadi deh ke rumah lu Intan : kenapa? Shinta : gw di ajak rudi jalan Intan : cie Shinta : gw deg-deg'an nih Intan : biasa itu,apa lagi Mario : apa lagi yang kalian tunggu,gimana sudah pesan Dave : ssstt,kenceng-kenceng banget sih ngomongnya Intan : yeee nyamber aja Shinta menarik intan dan dave saling pandang dengan mario. Tiba-tiba makanan datang Intan : di sana saja deh mba,maaf ya Pelayan pun mengantar makanan dan intan juga shinta mengikutinya. Tinggal dave dan mario di tempat semula Shinta : jadi boleh kamu kesana? Intan : nggak tau deh,aku belum bilang sama bokap Shinta : bokap loe bener,loe harus kerja di perusahaannya Intan : iya juga sih,tapi itu beban buat gw Shinta : bukannya enak? Intan : beban tau Shinta : loe kan bisa belajar dari mulai sekarang,kesempatan bagus itu Intan : bener,gw takut dengan kesempatan itu kalau tidak sempurna? Shinta : iya juga sih. Jadi bingung ya? Intan : iyalah,banyak sisi yang harus gw pelajari dan hindari. Belum lagi soal perasaan gw. Ribet deh pokoknya Shinta : sorry,ada baiknya loe tanya bokap lo deh soal pekerjaan. Soalnya gw mau Intan : iya iya,nanti ya. Eh tau nggak loe? Hmmm,nggak deh ntar aja Intan melanjutkan makannya dan mencari pelayan lagi karena minumnya sudah habis. Shinta menyudahi makannya dan mencolek intan melihat dave dan mario datang menghampiri mereka Intan : apa? Oh Shinta : kesel gw Intan : sabar Ext. Kantor wira / siang Wira : oke,saya tunggu. Saya mau lihat barangnya Sekertaris : maaf pak Wira : oke,sebentar Sekertaris pun menunggu berdiri di depan meja wira kemudian keluarlah ob yang sudah menaruh minum wira di meja dan wira menyudahi terima telepon Wira : maaf,bagaimana-bagaimana Sekertaris : ini,bapak tanda tangan disini Wira : oke,tapi hari ini ya barang datang? Sekertaris : iya pak Wira : oke. Nanti di coppy taruh disini. Sebentar saya ada urusan Selesai menandatangani kertas itu wira langsung pergi meninggalkan ruangannya. Dan sekertaris kembali ketempat duduknya dan menelpon Ext. Depan kantor wira / siang Luna sedang memarkir mobilnya dan lusi melihat wira keluar sedang berbicara dengan ricardo yang sedang menurunkan barang-barang dari mobil Lusi : ayo masuk Luna tersenyum dan meminum air putih dari botolnya dan hp luna berbunyi lusi melihatnya dan luna menggelengkan kepala lalu lusi menaruh hp luna Lusi : itu calon intan ya? Luna : kurang faham Lusi : hadeuh Kemudian mobil luna melaju lalu mengerem dan melihat intan yang sedang ngumpet melihat wira dan ricardo sedang berbicara Lusi : kenapa? Luna : sebentar. Hallo,oh iya pak,baik-baik Lusi menghirip nafas panjang dan melihat hp nya dan mobil di belakang mengeleksoni terus dan keadaan jalan pun mulai ramai. Intan melihatnya,juga wira dan ricardo Ext. Jalanan / sore Mario : stop. Stop Dave : ada apa sih,kita hampir kehilangan jejak Mario : itu mereka Dave : mereka siapa? Mario : intan dan shinta Dave : yang ada cuma intan ya,shinta nggak ada. Pulang aja mendingan Mario : aduh,goblok banget sih lo Ext. Jalanan / sore Intan : (os) aduh,gimana ini. Masuk apa nggak ya Intan melihat sekelilingnya dan tak melihat mario dan dave juga mobil luna,lalu intan menuju warung kecil dekat kantor wira Ext. Kantor / malam Wira segera keluar dari kantor dengan mobilnya dan luna mengikutinya dari belakang lalu tak lama kemudian motor ricardo keluar Ricardo : jangan lama-lama ya Pegawai : iya boss Wira : saya duluian ya Ricardo : iya pak. Hati-hati Mobil dan motor melaju,tinggal ricardo dan sekertaris wira yang ada di depan Sekertaris : saya duluan ya mas Ricardo : iya bu Ext. Jalanan rumah wira / malam Luna mengikuti mobil wira dari belakang dan memarkirnya dari kejauhan lalu lusi memasukkan hp nya dan meminum air di botol itu Lusi : masuk aja gih Luna : belum saatnya Lusi : ya ampun jeng,kapan lagi? Luna melajukan mobilnya dan mario juga dave berhenti ditempat luna memarkir mobil Int. Rumah wira / malam Wira : hallo Intan : sama siapa pah? Wira : sendiri Wira : hmmm. Anak papah sudah mulai genit ya Intan : idih papah,ngaco deh Intan menaruh gelas wira di meja dan mbo mir pergi setelah membereskan meja yang telah terisi makanan Wira : mbo,sebentar Mirna : iya tuan Wira : nanti saja deh,maaf Mirna : baik tuan Mirna segera pergi ke belakang,intan duduk di kursi meja makan bersama wira Intan : ada apa sih pah? Wira : (berdiri) nggak,nggak ada apa-apa. Sebentar ya papah ganti baju dulu Wira pergi ke kamarnya dan intan menuangkan air putih lalu meminumnya Ext. Parkiran Discotique / malam Lusi : jadi gimana? Luna : kamu saja,aku hari ini lelah Luna menaruh botol minumnya dan lusi segera turun lalu luna menutup jendelanya Lusi : okelah kalau begitu Luna : sampai ketemu minggu depan ya Lusi : loh,besok? Luna : (senyum) oh iya,nanti aku telphone deh diri mu Lusi : (menutup pintu) oke,gw tungggu ya Luna mengangguk dan menutup jendela lalu melajukan mobilnya dan melihat motor ricardo tak berapa lama lusi masuk berhenti di parkiran Luna : (os) bukankah,ah semoga Lalu lusi datang lagi dan mengetuk jendela mobil luna dan luna terkejut lalu membukanya dan turun Luna : astaga Lusi : ada apa jeng? Luna : ntar deh gw ceritain. Ke dalam yu Lusi : aneh deh jeng Mereka sambil masuk ke dalam mengikuti ricardo dan luna melihat ricardo diantara pengunjung dan lusi bingung melihat luna gelisah begitu Lusi : ya ampun,nggak ngerti deh Int. Ruang tamu wira / pagi Intan : pagi pah Wira : hai Wira menutup korannya dan meletakkan di meja,lalu intan duduk di sofa berhadapan dengan wira sambil membawa minum wira dan meletakkannya di meja Wira : trimakasih ya. Hmmm,jalan kita? Intan : terserah papah Wira : coba kamu tanya mbo mir,mau ikut tidak? Intan : sebentar ya pah Wira mengangguk dan meminum air itu lalu melihat intan beranjak dan menaruh gelas itu di meja dan hp nya berbunyi lalu wira melihatnya Wira : privat number? Siapa ya Wira heran dan menaruh hp nya di meja dan mengambil majalah dan membacanya sambil tidur-tiduran di sofa Int. Kamar luna / siang Luna memasukkan hp nya dan meminum susu yang sudah tersedia dan siap berangkat Luna : ya ampun,hampir saja lupa Luna kembali lagi ke meja dan mematikan laptopnya dan menutup bukunya lalu terlihat foto wira dan diri nya (close up) lalu luna mematikan lampu dan mengunci pintu Ext. Jalanan / siang Intan : ketempat Wira : iya,ketempat biasa Intan : belanja keperluan dapur dulu deh pah Wira : iya sudah,begitu juga bagus Wira tersenyum melihat dari kaca intan tersenyum kepada mbo mirna dan wira membeprcepat laju mobilnya Ext. Depan rumah wira / sore Dave : ya ampun,sudah 3 jam Mario : tunggu sebentar lagi Dave : gw yakin dia pergi sama bokapnya Mario : masa,sok tau lo ah Dave : perasaan gw sudah janjian deh sama shinta Mario : ya elah,bentaran lagi dong Dave : ntar lo yang tanggung jawab ye Mario : dih,ya sama-sama lagi bingung juga Dave : payah lo ah,serba nggak jelas Int. Rumah makan / sore Luna : masa? Indra : percayalah,aku Luna : sebentar,sebentar. Kamu bilang cuma aku,lalu lusi? Indra : iya kamu di pasangkan bersama ridwan,dan lusi bersama bagas Luna : oh begitu Luna menaruh gelas di meja lalu memakan kentang dan melihat hp nya berbunyi lalu di biarkannya Indra : angkat dong Luna : nanti bisa gw telepon balik kok Indra : beda ya sekarang Luna : jangan ngeledek

Rabu, 25 Juli 2018

"KEPADA MU"

Inilah aku,aku yang tak mengerti tentang semua.... Hamba inilah yang selalu ingin mengeluh.... Dari segala perasaan yang ku tak mengerti.... Tolonglah hamba mu ini,dari segala cobaan dan godaan.... Berikanlah kelimpahan yang sewajarnya,agar hamba dapat menjalani hidup dengan tenang.... Dimana kesukaan itu banyak,dan kemauan itu terkadang seperti grafik.... semoga doa dan jeritan hamba ini di dengar ya penguasa bumi.... Aku yang masih belajar,bimbinglah hamba.... Hamba yang tak tau kapan semangat ini akan pudar atau aku akan bangkit lagi dengan semangat dan lain persoalan dalam hidup ini.... Jangan biarkan persoalan itu hadir wahai penguasa bumi,tolonglah hamba.... Belum jua hamba tenang wahai penguasa bumi.... (MAAFKAN AKU) Jangan biarkan aku sendiri melalui persoalan demi persoalan.... Izinkanlah hamba tenang dengan layak wahai penguasa bumi.... karena hamba masih belum mengerti.... Bagaimana dengan terimakasih ini hari ini,esok atau kelak? Karena hamba tak mau menjadi sampah ya wahai penguasa bumi.... Dan kini hamba coba bekerja,bila nanti menjemukan jangan biarkan hamba merana tanpa kegiatan wahai penguasa bumi. Kini hamba sedang menjalani aktifitas yang saya belum mengerti wahai penguasa bumi,jangan biarkan aku sendiri yang tak mengerti tentang pekerjaan ini.... tolonglah hamba mu ini,ku tak mengerti kelak apa yang akan terjadi.... jangan biarkan air mata ini menetes terus tak berkesudahan.... tolonglah hamba mu ini ya penguasa bumi

Minggu, 01 Juli 2018

"SANG WAKTU"

Terbilangnya cinta ini tak ku temui lagi.... lagi yang hanya datang dari pada mu.... kau.... anggap saja kita tak pernah berjumpa,namun bayangan itu slalu menggoda.... menggoda ku tuk menari dari sepi yang kian mendekat dan entah kapan berlalu...

Coba ku mengerti tentang putaran waktu.... yang ada bayangan dan khayal yang harus ku tepiskan karena mu.... tahukah bahwa itu lelah.... dan sementara yang lain mampu bernyanyi dengan syair istimewa,sementara aku?

Sang waktu telah menggoda ku tuk segera menjumpai mu.... dan ku harap itu bukan karena cinta dan nafsu,melainkan kasih sayang yang bisa saja bergelora tanpa jejak.... namun kau tlah tau.... ku menanti

Menanti mu dari waktu yang tak pernah ku tau kan berputar tanpa ku sadari kau tlah berdua.... sungguh luar biasa cinta itu... dan ini yang tak mau ku alami.... bermimpi dan berkhayal dari jejak pertemuan yang telah sengaja di pertemukan hingga kelak datangnya khayal dan mimpi mengorek perjalanan yang sempat ingin ku sembunyikan...

Lelah.... menanti putaran sang waktu.... bersemi dan gagal pasti itu suatu ketakutan yang tak ingin ku lalui. Karena betapa beratnya cinta.... dengan khayal-khayal yang selalu di petanyakan hingga ku bisa menjadi orang yang tertutup dari putaran waktu dalam pertemuan....

Karena sang waktu ini,telah membuat ku lelah menanti berbahaya nurani tuk mengerti tentang lazim dan dosa.... dosa yang sengaja tlah di jalani dalam doa-doa.... jangan berdebat dengan ku tentang perasaan mu.... karena sang waktu mampu mendewasakan ku kelak dalam langkah dan niat juga khayaa dan mimpi bahwa kau takkan pernah ku miliki

Sabtu, 30 Juni 2018

" Lalu Aku??? "

Dan sementara yang lain sibuk dengan apa yang akan dilakukan..... Entah apa? Lalu bagaimana dengan aku?

Tolonglah hamba mu ini ya alloh.... Aku tak tau.... Tak mengerti.... Apa yang harus ku lakukan....
Dengan apa aku berjalan? Pada siapa ku mengadu? Lalu apa yang akan ku lakukan?

Hanya bisa pasrah dalam diam..... Jangankan berharap lebih.... Karena hari esok tak ada yang faham....
Dengan apa bisa ku perjuangkan hidup ku tanpa ketetapan yang pasti?

Bagaimana dengan doa yang tak pernah salah dan ucapan adalah doa? Lalu pada siapa hal hal dalam hidup ku tercurah?

Ya alloh.... harus bagaimana ku jalani hidup ini? sungguh ku tak menyangka dan tak mengerti.... tolonglah....

apa yang akan terjadi dengan doa? dan tanpa harus meneteskan air mata? dengan jalan yang telah di rencanakan jika menyesakkan ubahlah ya alloh....

"Rumah dan tabungan 100trilyun (40thn) dan 5milyar  per bulan agarku dapat hidup dengan layak sama seperti yang lain.... Perhitungkanlah aku..... perbulan dan rumah yang ada kolam renangnya ya alloh..... sungguh ini aku belum mengerti bagaimana ya allah?

Tolonglah jaga hamba mu ini yang alloh.... sungguh ku tak mengerti apa yang harus ku lakukan? Bimbinglah aku dengan kasih sayang dan kerinduan yang damai seperti kehadiran yang lain yang sedang dinanti.... begitu juga aku ya alloh....

Bagaimana dengan langkah ku hari esok? Tolonglah bimbing ya alloh.... sungguh aku tak faham harus bagaimana?

Dan masih sementara yang lain mengira cinta itu adalah perasaan yang harus ku jalani tanpa ku tau apa yang akan terjadi?

tolong aku.... bagaimana ini? aku tak mengerti sungguh....

ya alloh.... apa yang harus saya lakukan? saya tak mengerti..... saya harus berbuat apa? sungguh....
katanya goal : tabungan perbulan "Rumah dan tabungan 100trilyun (40thn) dan 5milyar  per bulan agarku dapat hidup dengan layak sama seperti yang lain.... Perhitungkanlah aku.....

sungguh ku masih tak mengerti....tolonglah saya....  "Rumah dan tabungan 100trilyun (40thn) dan 5milyar  per bulan agarku dapat hidup dengan layak sama seperti yang lain.... Perhitungkanlah aku.....

Aku.... aku yang masih tak mengerti.... hal ulangan yang ber scedule.... namun kini? Ataukah aku harus diam.... diam dan menunggu....

Jumat, 29 Juni 2018

" Doa dan lagu dalam noda dan dosa "

Ada apa ini dengan dia??? Dan ada apa dengan nya??? Itulah cinta yang terlambat disadari,karena kebutuhan yang semasa di hari lalu terjalin dengan masa lalu yang tlah dibinasakan melaui ku

Cobalah kamu,jika menjadi aku....
Aku yang tengah kau permainkan dengan sosok yang kau kira itu menjadi sebentuk cerita yang lazim???

Tidak....
Itu adalah sosok cinta mu... Cinta mu yang telah kau sembunyikan dengan lagu dan doa.
Itulah wajah-wajah yang kau libatkan pada ku dari ketidak sanggupan mu untuk memiliki

Jangan bilang aku yang mendamba suara nya dan tubuhnya....
Itu semua kemauan mu.... Kamu yang harus beranggung jawab dari kenajisan yang kau coba tutupi dengan doa itu melalui aku....

Tunggu... Jangan coba menuding ku.... Banyak kisah dari ke kosongan hari yang coba kau sembunyikan dari setiap desah nafas yang kau nyatakan itu adalah sebentuk lambang yang suci dan tak bernoda

Jawabnya bukan ada pada ku... Namun nampak pada dosa dan kesalahan yang ingin kau tunjukkan kepada ku....

Maaf.... Jika ku tak terima sebentuk cerita dari langkah kenajisan yang kau rencanakan.... Simpan saja gambar itu sebagai nikmat cinta yang tiada pernah kau coba untuk mendustai siapa pun.... Sungguh tega dan kejamnya kamu

Itu adalah sebentuk pertanyaan besar dari niat yang kau coba dan kau nyatakan sebagai lambang doa mu selama ini,dan nyatanya itu nafsu.... Nafsu yang bersembunyi dengan belandaskan suatu kebenaran yang kau coba untuk mensucikan dari kebiadaban mu melalui ku dengan wajah tersebut dan suara itu....

Itulah langkah mu yang patut untuk di curigai,dan patut untuk di pertanyakan dari sangkal2an niat dari benih doa dan dosa yang kau coba sembunyikan melalui ku....

Ingat kah diri mu tentang wajah itu? Wajah yang coba kau sembunyikan melaui hadirnya diri ku??? Jahanamnya kamu.... Kamu yang telah menyangkal akan hadirnya gairah yang kau coba bilangkan aku yang mendamba.... Ya itulah tuhan yang sesungguhnya,dari sikap biadab dan ke lancangan mu memperdaya ku dalam kehidupan ini..... Sadarilah

Masih mampukah kamu dengan lagu kebangsaan dalam noda mu yang bersembunyi dari kibaran bendera yang suci kau coba