Senin, 06 Agustus 2018

"DIA BUKAN AKU"

Intan : iya pah Wira : pokoknya papa tidak suka melihat kamu pulang malam. Dengar? Intan : iya pah Wira : sekarang istirahat.papa juga mau istirahat Intan : soal uang itu pah? Wira : iya,papa lagi fikirkan. Sekarang kamu belajar dan belajar Intan : iya pah Ext. Rumah wira / malam Luna meihat rumah wira lalu pergi berjalan pelan,dan kendaraan yang melintas terhalang karena luna tak benar memarkirnya. Luna menarik nafas panjang lalu pergi Int. Ruang makan / Pagi Wira : intan mana mbo? Mirna : sudah berangkat tadi tuan Wira : ok,ok. Roti nya mana? Mirna : sebentar tuan Wira : tak usah deh,saya buru-buru. Trimakasih Mirna : baik tuan Wira segera pergi dan leman sudah menunggunya di mobil,mirna segera membereskan meja Int. Kantin / siang Dave : iya Intan : lagian,ke rumah nggak kenal waktu Shinta : tau tuh,gw juga Intan : ya ampun Shinta : ssst,orangnya datang Mario : hallo semua Intan dan shinta saling pandang,mario menarik dave dan berbincang berdua Shinta : gw kayaknya ntar nggak jadi deh ke rumah lu Intan : kenapa? Shinta : gw di ajak rudi jalan Intan : cie Shinta : gw deg-deg'an nih Intan : biasa itu,apa lagi Mario : apa lagi yang kalian tunggu,gimana sudah pesan Dave : ssstt,kenceng-kenceng banget sih ngomongnya Intan : yeee nyamber aja Shinta menarik intan dan dave saling pandang dengan mario. Tiba-tiba makanan datang Intan : di sana saja deh mba,maaf ya Pelayan pun mengantar makanan dan intan juga shinta mengikutinya. Tinggal dave dan mario di tempat semula Shinta : jadi boleh kamu kesana? Intan : nggak tau deh,aku belum bilang sama bokap Shinta : bokap loe bener,loe harus kerja di perusahaannya Intan : iya juga sih,tapi itu beban buat gw Shinta : bukannya enak? Intan : beban tau Shinta : loe kan bisa belajar dari mulai sekarang,kesempatan bagus itu Intan : bener,gw takut dengan kesempatan itu kalau tidak sempurna? Shinta : iya juga sih. Jadi bingung ya? Intan : iyalah,banyak sisi yang harus gw pelajari dan hindari. Belum lagi soal perasaan gw. Ribet deh pokoknya Shinta : sorry,ada baiknya loe tanya bokap lo deh soal pekerjaan. Soalnya gw mau Intan : iya iya,nanti ya. Eh tau nggak loe? Hmmm,nggak deh ntar aja Intan melanjutkan makannya dan mencari pelayan lagi karena minumnya sudah habis. Shinta menyudahi makannya dan mencolek intan melihat dave dan mario datang menghampiri mereka Intan : apa? Oh Shinta : kesel gw Intan : sabar Ext. Kantor wira / siang Wira : oke,saya tunggu. Saya mau lihat barangnya Sekertaris : maaf pak Wira : oke,sebentar Sekertaris pun menunggu berdiri di depan meja wira kemudian keluarlah ob yang sudah menaruh minum wira di meja dan wira menyudahi terima telepon Wira : maaf,bagaimana-bagaimana Sekertaris : ini,bapak tanda tangan disini Wira : oke,tapi hari ini ya barang datang? Sekertaris : iya pak Wira : oke. Nanti di coppy taruh disini. Sebentar saya ada urusan Selesai menandatangani kertas itu wira langsung pergi meninggalkan ruangannya. Dan sekertaris kembali ketempat duduknya dan menelpon Ext. Depan kantor wira / siang Luna sedang memarkir mobilnya dan lusi melihat wira keluar sedang berbicara dengan ricardo yang sedang menurunkan barang-barang dari mobil Lusi : ayo masuk Luna tersenyum dan meminum air putih dari botolnya dan hp luna berbunyi lusi melihatnya dan luna menggelengkan kepala lalu lusi menaruh hp luna Lusi : itu calon intan ya? Luna : kurang faham Lusi : hadeuh Kemudian mobil luna melaju lalu mengerem dan melihat intan yang sedang ngumpet melihat wira dan ricardo sedang berbicara Lusi : kenapa? Luna : sebentar. Hallo,oh iya pak,baik-baik Lusi menghirip nafas panjang dan melihat hp nya dan mobil di belakang mengeleksoni terus dan keadaan jalan pun mulai ramai. Intan melihatnya,juga wira dan ricardo Ext. Jalanan / sore Mario : stop. Stop Dave : ada apa sih,kita hampir kehilangan jejak Mario : itu mereka Dave : mereka siapa? Mario : intan dan shinta Dave : yang ada cuma intan ya,shinta nggak ada. Pulang aja mendingan Mario : aduh,goblok banget sih lo Ext. Jalanan / sore Intan : (os) aduh,gimana ini. Masuk apa nggak ya Intan melihat sekelilingnya dan tak melihat mario dan dave juga mobil luna,lalu intan menuju warung kecil dekat kantor wira Ext. Kantor / malam Wira segera keluar dari kantor dengan mobilnya dan luna mengikutinya dari belakang lalu tak lama kemudian motor ricardo keluar Ricardo : jangan lama-lama ya Pegawai : iya boss Wira : saya duluian ya Ricardo : iya pak. Hati-hati Mobil dan motor melaju,tinggal ricardo dan sekertaris wira yang ada di depan Sekertaris : saya duluan ya mas Ricardo : iya bu Ext. Jalanan rumah wira / malam Luna mengikuti mobil wira dari belakang dan memarkirnya dari kejauhan lalu lusi memasukkan hp nya dan meminum air di botol itu Lusi : masuk aja gih Luna : belum saatnya Lusi : ya ampun jeng,kapan lagi? Luna melajukan mobilnya dan mario juga dave berhenti ditempat luna memarkir mobil Int. Rumah wira / malam Wira : hallo Intan : sama siapa pah? Wira : sendiri Wira : hmmm. Anak papah sudah mulai genit ya Intan : idih papah,ngaco deh Intan menaruh gelas wira di meja dan mbo mir pergi setelah membereskan meja yang telah terisi makanan Wira : mbo,sebentar Mirna : iya tuan Wira : nanti saja deh,maaf Mirna : baik tuan Mirna segera pergi ke belakang,intan duduk di kursi meja makan bersama wira Intan : ada apa sih pah? Wira : (berdiri) nggak,nggak ada apa-apa. Sebentar ya papah ganti baju dulu Wira pergi ke kamarnya dan intan menuangkan air putih lalu meminumnya Ext. Parkiran Discotique / malam Lusi : jadi gimana? Luna : kamu saja,aku hari ini lelah Luna menaruh botol minumnya dan lusi segera turun lalu luna menutup jendelanya Lusi : okelah kalau begitu Luna : sampai ketemu minggu depan ya Lusi : loh,besok? Luna : (senyum) oh iya,nanti aku telphone deh diri mu Lusi : (menutup pintu) oke,gw tungggu ya Luna mengangguk dan menutup jendela lalu melajukan mobilnya dan melihat motor ricardo tak berapa lama lusi masuk berhenti di parkiran Luna : (os) bukankah,ah semoga Lalu lusi datang lagi dan mengetuk jendela mobil luna dan luna terkejut lalu membukanya dan turun Luna : astaga Lusi : ada apa jeng? Luna : ntar deh gw ceritain. Ke dalam yu Lusi : aneh deh jeng Mereka sambil masuk ke dalam mengikuti ricardo dan luna melihat ricardo diantara pengunjung dan lusi bingung melihat luna gelisah begitu Lusi : ya ampun,nggak ngerti deh Int. Ruang tamu wira / pagi Intan : pagi pah Wira : hai Wira menutup korannya dan meletakkan di meja,lalu intan duduk di sofa berhadapan dengan wira sambil membawa minum wira dan meletakkannya di meja Wira : trimakasih ya. Hmmm,jalan kita? Intan : terserah papah Wira : coba kamu tanya mbo mir,mau ikut tidak? Intan : sebentar ya pah Wira mengangguk dan meminum air itu lalu melihat intan beranjak dan menaruh gelas itu di meja dan hp nya berbunyi lalu wira melihatnya Wira : privat number? Siapa ya Wira heran dan menaruh hp nya di meja dan mengambil majalah dan membacanya sambil tidur-tiduran di sofa Int. Kamar luna / siang Luna memasukkan hp nya dan meminum susu yang sudah tersedia dan siap berangkat Luna : ya ampun,hampir saja lupa Luna kembali lagi ke meja dan mematikan laptopnya dan menutup bukunya lalu terlihat foto wira dan diri nya (close up) lalu luna mematikan lampu dan mengunci pintu Ext. Jalanan / siang Intan : ketempat Wira : iya,ketempat biasa Intan : belanja keperluan dapur dulu deh pah Wira : iya sudah,begitu juga bagus Wira tersenyum melihat dari kaca intan tersenyum kepada mbo mirna dan wira membeprcepat laju mobilnya Ext. Depan rumah wira / sore Dave : ya ampun,sudah 3 jam Mario : tunggu sebentar lagi Dave : gw yakin dia pergi sama bokapnya Mario : masa,sok tau lo ah Dave : perasaan gw sudah janjian deh sama shinta Mario : ya elah,bentaran lagi dong Dave : ntar lo yang tanggung jawab ye Mario : dih,ya sama-sama lagi bingung juga Dave : payah lo ah,serba nggak jelas Int. Rumah makan / sore Luna : masa? Indra : percayalah,aku Luna : sebentar,sebentar. Kamu bilang cuma aku,lalu lusi? Indra : iya kamu di pasangkan bersama ridwan,dan lusi bersama bagas Luna : oh begitu Luna menaruh gelas di meja lalu memakan kentang dan melihat hp nya berbunyi lalu di biarkannya Indra : angkat dong Luna : nanti bisa gw telepon balik kok Indra : beda ya sekarang Luna : jangan ngeledek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar