Rabu, 28 Februari 2018

" LuNa "


Semua mata memandang terkagum-kagum ketika luna sedang berjalan di atas panggung yang bergemerlapan bintang.....



Luna merasa percaya diri dan melangkah dengan sempurna tanpa cela sedikit pun.... semua kru di kerahkan ke tengah-tengah pengunjung siang itu.... Semua membicarakan luna.... Luna yang smakin lincah dengan alunan musik mulai lelah dan tegar kembali ketika melihat wira melintas dari tengah-tengah pengunjung....

Mirna kakak luna memegang pundak wira dan wira pun mengangguk dan melambaikan tangannya dan luna pun membalasnya dan tersadar sambil tersenyum.... semua tepuk tangan ketika luna tersenyum.... (manis) ujar wira dalam hati.... Ya alloh... Aku harus bagaimana ujar wira.... Jangan takut,luna kalau marah hanya sebentar.... sebentar lagi juga menghampiri kita....


Wira disalami penggemar luna,wira membalas salaman itu dengan hangat dan senyum yang sama sekali luna baru melihatnya.... Ya alloh (manis banget) ujar luna dalam hati


Kamar luna dan buku hariannya.... Wira sedang tidur-tiduran melihat foto-foto luna bersama penggemarnya dan beberapa model yang lainnya...
.


Luna : Kamu di ajak loh mas ikutan main film layar lebar


Wira sambil mencibir melihat mirna berujar " bohong banget tuh mba meledek aku "


Luna : sambil mengeluarkan kartu nama memberikan ke wira dan mirna

            Di bilangin tak percaya.... kali ini aku tak bercanda.... kita berdua sih....

Wira tersenyum dan mengedipkan mata ke luna dan mirna


Mirna : kenapa kamu


Luna : Meledek aku kali ya


Mirna dalam hati " sebenarnya ada cinta di antara mereka namun tak ada yang mau mengakuinya.... Bagaimana ya alloh.... masa aku yang memulai....


Mirna sambil tersenyum.... berujar " sebentar-sebentar.... Kalian kan katanya tak ada rasa satu sama yang lain.... namun kenapa


Wira dan luna batuk bersamaan.... " benar ya alloh " saya harus bagaimana ya alloh.... Entahlah, ujar mirna dalam hati


Wira mendengar suara hasan dan rio.... Sebentar ya ujar wira kepada mirna dan luna.... dan wira pun keluar kamar dan menemui mereka di ruang tamu


Rio memberikan undangan kepada wira dan hasan tersenyum.... Bangga bener ah yang di cintai oleh para wanita....Mirna dan luna mendengardari balik jendela


Wira : sahabat,belum tentu ada cinta bukan....?


mirna tersenyum dan luna segera lari menuju kamar lagi....


luna segera me lanjutkan mebuka bukunya dan mirna mengintipnya dari jendela kamar luna dan segera berlalu....


Mirna mengantar minuman dan kue kering ke ruang tamu.... Wira terkejut.... Ya ampun mba jangan repot-repot aku jadi tak enak sama mas hasan ya yo? kata mas hasan tak usah mba.... ujar wira sambil ketakutan.... saya sudah menawarkan ke mereka tadi mba


iya-iya mba faham.... ujar mirna

giliran rio nanti ya wir.... colekan mirna kepada wira  "cewenya" sambil berbisik ke wira

Wira terdiam.... Mungkin bukan aku yang ada di hati luna,ujar wira dalam hati.....


Wira : aku pulang dulu ya


Mirna tersenyum " syukurlah mereka saling menyadari " ujar mirna dalam hati


Hassan : Tunggu

sambil menarik tangan wira

Wira : sebentar mas.... saya kebelet ke toilet


Rio : Aneh deh,setiapkali membahas mba luna


Kamar luna ( Luna sedang menulis di bukunya ) ini belum selesai di bicarakan sama wira soal layar lebar sambil tersenyum luna berujar dalam hati....


Kau yang ku sayang dan ku puja.... Tahu kah kamu sepi tanpa mu.... Ingin ku selalu berdua dengan mu pujaan ku... Ku ingin dendang mu mengalun dalam hari-hari ku.... saat-saat kau mengenal ku tiada hari yang indah saat pertama kali bertemu.... itulah yang ku nanti selalu.... "Pertama"


Wira :aku ya yang pertama


Hasan dan rio sedang memasang ban mobil wira,wira membawakan minuman.... dan mereka semua mengeluarkan keringat karena lelah....


hasan memngangguk....


Hasan : mba luna katanya yang mau pertama menggunakan mobil ini....


wira : luna membeli dari kamu apa mas hasan? bukannya hadiah ya? katanya bapaknya yang akan menggunakan?


Hasan : awalnya begitu... Rio yang tau


Wira : Bagaimana yo?


Cuma kamu,dan kamu tak pernah yakin kepada ku....Kapan kamu mau percaya sama aku kalau aku juga menyayangi mu sepenuh hati ku.... Asal kau tak pernah mendua cinta selain aku.... Aku tak pernah menyangka aku bisa terikat persaaan ini.... Aku malu wira kamu tau aku mencintai mu terlebih dahulu..... Sungguh tak enak punya perasaan tak berbalas....Ku tau banyak yang mendamba mu.... Dan rekan kerja ku pun mendamba mu,itulah awal kesempatan ku bisa berdekatan dengan mu...


Mirna datang menghampiru hassan.... Membawa makanan..... Wira segera membantu dan luna melihat dengan senyum dari jendela kamar...


Wira : Luna mana mba?


Mirna : Kamu sudah tak sabar ya? kerja bareng luna


Hassan : Hust... Bukan itu


Rio : soal cinta ya?


Wira batuk dan mengalihkan pembicaraan.... Aku mau coba cek mobil ini dulu kondisinya


Mirna : ini mobil milik berdua rio.... Urusan kerja luna dengan wira


Luna keluar kamar dan menghampiri mereka di halaman


Luna : Bagaimana boss? sudah bisa saya latihan? (sambil tersenyum)


Hassan : Nanti mas wira yang mengejarkan ya?


Rio : aku saja


Luna : maaf dan trimakasih.... Katanya papa yang akan mengejarkan,mas hassan tak keberatan kan kalau papa yang mengeajarkan aku? dan rio trimakasih.... mas wira mana?


Mirna tersenyum melihat hassan


Hassan : kok aku?


Mirna : Buka itu maksud aku,jangan ngeres ( sambil mencubit hassan)


Seketika wira datang menutup mata luna


Luna : Mas wira ya? Jangan bercanda ya.... Aku mau latihan mobil boss


Wajah wira terlihat lemas lagi


Wira melihat kepada mirna,mirna hanya menggeleng. dan wira masih melihat rio masih ada di dekat mobil sambil membenahi peralatan


Rio : Sudah bisa di pergunakan


Ayah luna datang dan rio memberikan kuncinya kepada ayah nya


Luna : papa jadi mengajarkan aku kan?


Ayah Luna : Wira saja yang mengajarkan,papa masih ada kerjaan dan sepertinya wira yang sudah papa tugaskan deh... Kamu pura-pura tak faham


Luna : (terkejut) Papa sungguh,luna aja baru tau sekarang.... oh tadi ketemu sama papa toh mas wira?

pantesan.....

ayah luna segera memberikan kunci mobil itu kepada wira dan wira menerimanya tanpa senyum


Wira : siap boss


kamar mirna hanya ada luna dan mirna yang akan segera berangkat.....


Luna : aku begini saja ya mba?


Mirna : Ya terserah kamu,kamu yang mau kencan. eh salah yang mau belajar....


Luna segera mencubit mirna pelan,mirna terkejut


Mirna : Kenapa? Takut ketahuan papa ya?


Luna mengangguk dan menggeleng


Mirna : Yang mana sih yang bener


Hassan dan rio segera berangkat dengan motornya.... dan wira masih menunggu luna di mobil,tak berapa lama lagi luna keluar


Luna : siap pak? (kepada wira,sambil melambaikan tangan ke pada hassan dan rio)


kemudian hassan dan rio segera berangkat,namun sebelumnya mirna segera mengecup bibir hassan.....


Luna : ya ampun mesranya ( sambil tersenyum )


Mirna : Ya ya dong ah.... Kalian juga (sambil menunjuk ke arah wira )


Wira batuk mendengar,hassan dan rio langusung berlalu dari hadapa mereka.


Mirna : Hati-hati yang


Wira : Ya ampun mesranya


Mirna : Cocok deh kalian.... Segera gih....


Luna : salah mobil deh mas.... bukan yang ini mba.... (sambil melihat ke wira dan mirna )


Wira : Ya ampun iya.... Astaga


Ibu luna segera keluar rumah dan memberikan kunci itu kepada mirna....


Mirna : Salah mah....


Mama luna segera megangguk dan tersenyum ketika mirna menukar kunci...


Wira : Maaf bu....


Mama luna : iya tak apa.... hati-hati ya wir?


Mirna : sangat hati-hati


Luna : apa maksudnya mba?


Mama luna : setelah itu,kalau yang lapar segera makan saja ya di meja sudah disiapkan.....


Di tengah jalan Hassan dan rio yang berhenti sambil minum kopi yang sudah tersedia di meja


Rio : enak juga ya mas,kita nongkrong lagi yo minggu aja deh mendingan ajak mba mirna... mmmm jangan deh hari sabtu aja


Hassan : Jangan ngelantur deh ( sambil memakan goreng pisang )








Tidak ada komentar:

Posting Komentar