(Santai di tempat tidur dan secangkir kopi membuat wira bersemangat menjalani hidup)
Wira : Hebat.... Aku suka cara mu
(Wira yang gagah dan tampan di gandrungi banyak wanita dan sejumlah surat yang masuk ke daftar hariannya tak henti-henti setiap minggu)
(Wira sedang mebaca surat terakhir di akhir minggu dan semakin bersemangat untuk menjawab surat yang lain)
Luna : Jangan aku.... Aku tak ingin menjawab surat-surat dari penggemar mu... Maaf wira
(Luna yang cantik putih dan tinggi tak jauh dengan wira,yang sehari melewati hari-harinya sebagai model. Turut dengan kata-kata wira)
Luna : Jangan tinggalkan aku sendiri wira..... Aku tak sanggup
Wira : kenapa kamu lupa membawa alat-alat ku ke villa?
Luna : kamu marah?
Wira : marah? Buat apa aku marah...?
Karena kamu bukan aset di perusahaan ini
Luna : jaga ucapan mungkin ya.... aku tak ingin menyakiti mu.
Wira : sadar kamu dengan ucapan mu? Sadarlah luna
Luna : seharusnya kamu wira....
(Mata luna mulai berkaca-kaca,sambil membereskan surat itu)
Wira : sudah jangan cengeng,hidup ini harus tegas.... kalau kamu tak mau membantu ya jangan
(Wira mengambil surat-surat itu dari tangan luna)
Luna : kenapa kamu tega perbuat seperti ini,sungguh aku tak menyangka wira
Wira : aku heran sama kamu.... kamu berubah total.... apa kamu lupa?
Luna : apa itu?
Wira : kamu pura-pura tak mau membalas surat-surat dari penggemar mu? Ada apa???
Bukankah kamu yang bersemangat dan memiliki ide seperti ini????
Luna : Gila kamu wira... aku tak menyangka...
Wira : Aku yang seharusnya tak menyangkadan menyayangkan ide mu yang tak masuk di akal.... namun kamu paksakan....
Luna : Aku hanya menuangkan ide sayang,namun cinta itu bukan kah datang dengn sendirinya? bilang saja kalau kamu cemburu....
Wira : ( Batuk ) Cemburu.... Siapa? Saya.... Aku tak menyangka,persahabatan kita menjadi apa?
Luna : Sahabat?
WAIT
(Luna yang cantik putih dan tinggi tak jauh dengan wira,yang sehari melewati hari-harinya sebagai model. Turut dengan kata-kata wira)
Luna : Jangan tinggalkan aku sendiri wira..... Aku tak sanggup
Wira : kenapa kamu lupa membawa alat-alat ku ke villa?
Luna : kamu marah?
Wira : marah? Buat apa aku marah...?
Karena kamu bukan aset di perusahaan ini
Luna : jaga ucapan mungkin ya.... aku tak ingin menyakiti mu.
Wira : sadar kamu dengan ucapan mu? Sadarlah luna
Luna : seharusnya kamu wira....
(Mata luna mulai berkaca-kaca,sambil membereskan surat itu)
Wira : sudah jangan cengeng,hidup ini harus tegas.... kalau kamu tak mau membantu ya jangan
(Wira mengambil surat-surat itu dari tangan luna)
Luna : kenapa kamu tega perbuat seperti ini,sungguh aku tak menyangka wira
Wira : aku heran sama kamu.... kamu berubah total.... apa kamu lupa?
Luna : apa itu?
Wira : kamu pura-pura tak mau membalas surat-surat dari penggemar mu? Ada apa???
Bukankah kamu yang bersemangat dan memiliki ide seperti ini????
Luna : Gila kamu wira... aku tak menyangka...
Wira : Aku yang seharusnya tak menyangkadan menyayangkan ide mu yang tak masuk di akal.... namun kamu paksakan....
Luna : Aku hanya menuangkan ide sayang,namun cinta itu bukan kah datang dengn sendirinya? bilang saja kalau kamu cemburu....
Wira : ( Batuk ) Cemburu.... Siapa? Saya.... Aku tak menyangka,persahabatan kita menjadi apa?
Luna : Sahabat?
WAIT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar