Minggu, 29 April 2018

" Luna 2 "

" Letih "

(Santai di tempat tidur dan secangkir kopi membuat wira bersemangat menjalani hidup)

Wira    : Hebat.... Aku suka cara mu

(Wira yang gagah dan tampan di gandrungi banyak wanita dan sejumlah surat yang masuk ke daftar hariannya tak henti-henti setiap minggu)
(Wira sedang mebaca surat terakhir di akhir minggu dan semakin bersemangat untuk menjawab surat yang lain)

Luna    : Jangan aku.... Aku tak ingin menjawab surat-surat dari penggemar mu... Maaf wira

(Luna yang cantik putih dan tinggi tak jauh dengan wira,yang sehari melewati hari-harinya sebagai model. Turut dengan kata-kata wira)

Luna   : Jangan tinggalkan aku sendiri wira..... Aku tak sanggup

Wira  : kenapa kamu lupa membawa alat-alat ku ke villa?

Luna  : kamu marah?
Wira : marah? Buat apa aku marah...?
Karena kamu bukan aset di perusahaan ini
Luna  : jaga ucapan mungkin ya.... aku tak ingin menyakiti mu.
Wira  : sadar kamu dengan ucapan mu? Sadarlah luna
Luna  : seharusnya kamu wira....
(Mata luna mulai berkaca-kaca,sambil membereskan surat itu)
Wira  : sudah jangan cengeng,hidup ini harus tegas.... kalau kamu tak mau membantu ya jangan
(Wira mengambil surat-surat itu dari tangan luna)
Luna  : kenapa kamu tega perbuat seperti ini,sungguh aku tak menyangka wira
Wira  : aku heran sama kamu.... kamu berubah total.... apa kamu lupa?
Luna  : apa itu?
Wira  : kamu pura-pura tak mau membalas surat-surat dari penggemar mu? Ada apa???
Bukankah kamu yang bersemangat dan memiliki ide seperti ini????

Luna   : Gila kamu wira... aku tak menyangka...

Wira  : Aku yang seharusnya tak menyangkadan menyayangkan ide mu yang tak masuk di akal.... namun kamu paksakan....

Luna   : Aku hanya menuangkan ide sayang,namun cinta itu bukan kah datang dengn sendirinya? bilang saja kalau kamu cemburu....

Wira  : ( Batuk ) Cemburu.... Siapa? Saya.... Aku tak menyangka,persahabatan kita menjadi apa?

Luna   : Sahabat?



WAIT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar