(Saat cinta itu datang.... Dan luna terdiam sejenak....)
Luna : Hadirnya kamu itu mengganggu konsentrasi ku.... tahu tidak kamu?
(Luna segera mengemasi barang-barangmya lalu di masukkan ke koper)
Wira : Aku tak faham maksud kamu.... kamu mau kemana?....
(Sambil memegang tangan luna,dan luna menepisnya dengan cepat)
(Luna langsung mengambil tasnya lalu segera pergi)
Luna : Aku mau latihan....
(Wira menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca)
Wira : Aku telah mengganggunya.... Aku penggganggu ya alloh.... Aku tak bermaksud....
(Kemudian air mata wira bercucuran, kemudian wira bingung hendak menghapus air matanya)
(Tissu di mobil dan luna mengambilnyadan menghapus air matanya)
Luna : Maafkan aku wira.... Aku tak bermaksud...
Supir : Kenapa nyonya?
Luna : Ah tidak kenapa-napa.....
(Luna segera mengeluarkan dompetnya yang ada kartu nama dan memberikan ke supir)
Luna : Kita ke alamat ini dulu ya....
Supir : Baik nyonya....
(Supir segera mengambil tissu dan menghapus air matanya)
Supir : Maaf nyonya....
(Wira membuka pintu kamarnya dan membenahi bajunya)
Intan : Mama kemana pah?
(Wira Kaget dan memeluk intan dengan mata yang berkaca-kaca)
Wira : Mama sibuk sayang... Lagi ada urusan papa suruh cinta....
(Wira segera melipat baju anaknya,intan segera membantu mengambil dari jemuran dan memberikan ke wira)
Intan : Intan mau pah ikut latihan sama mama....
Wira : (kaget dan tersennyum) memangnya kamu tau latihan apa?
Intan : Kelak intan pasti akan mengerti pah,antara papa dan mama kenapa.... Bicaralah...
(Wira meneteskan air mata mendengar perkataan intan)
Wira : anak ku ya alloh.... telah dewasa..... aku tak menyangka....
(Intan mengambil bajunya dan menghapus air mata papa nya)
Intan : intan tak menyangka juga pah,papah yang lucu dan mama yang cantik bisa bertengkar
Wira : Tau-tauan bertengkar.... Kamu dan adik kamu jangan bertengkar ya.... Ingat pesan papa
(Luna segera turun dari mobilnya,dan terdengar suara nyambung di hp nya)
Intan : Mama disuruh papa kemana?
Luna : (kaget) oh... ini sayang antar barang.... soalnya kamu kan masih tidur tadi
Intan : Oh.... Nanti intan kesana ya mah sama papah....
Luna : kamu tau-tauan aja mama kemana.... Janganlah sayang,kamu masih kecil
(Wira membujuk intan supaya segera memberikan hp nya supaya bicara)
Luna : Kasih ke papa,mama tau papa yang mau bicara
Intan : (memberikan hp nya) Tuh pah cintanya mau bicara
(Luna dan Wira kaget berbarengan berucap dengan cepat)
Luna dan wira : Cintanya
Luna : Maaf,mas aku sudahi dulu ya telephonenya....
(luna langsung mematikan hpnya)
(Intan heran melihat wajah papanya yang tak menentu,gelisah mondar mandir)
Wira : Dimas sudah bangun?
Intan : Belum pah,tapi....
Wira : Tapi apa? mmm Pasti di bawa mama ya?
Intan : (Intan mengangguk) tapi
Wira : (Sambil menghelakan nafas) Tidak kok papa tidak akan membahas hal ini ke mama
(Intan dengan wajah takut mendekat ke arah wira dan wira menggendong intan)
Intan : Janji ya pah,,jangan bertengkar
(Wira mengangguk dan membawa intan keluar)
(Meja luna telah rapih dengan alat make up,dan luna pun telah mengenakan baju sexy nya dan lussi teman luna juga dua penari pria yang mendampingi luna)
Lussi : Kenapa jeng,,kok anaknya gak ikut?
(Dimas memegang baju luna dan handuk)
Luna : Ini anak aku.... anak mu mana?
Lussi : Ada sama papa nya di luar
Luna : (sambil berbisik ke lusi) Sebentar lagi di mulai,aku nitip anak ku sama suami mu ya?
(Lusi mengangguk dan bergegas menuju ke depan)
Luna : (sambil tersenyum) Thanks ya luss sebelumnya
Intan : salah pah.... sembilan
Wira (mengherankan nafas) iya.... kamu benar....
Kamu lanjutkan dulu ya... papa mau bikin minum....
Intan : sudah ada pah,di meja makan.... tadi mama yang buat sebelum berangkat
(Wira tersenyum sambil mengusap kepala intan )
Intan : cie papa.... makin mesra aja ya papa sama mama.... kata mbok dari
Wira : hus.... kamu masih kecil..... sebentar ya... papa mau ambil
(Intan mengangguk dan wira segera mengambil air minum)
Supir : den jangan jauh-jauh
Dimas : iya pak.... maaf
(Luna keluar dari barisan dan mengambil botol minum dan handuk membawanya ke dimas)
Dimas : itu mama,sebentar ya pak mirno
Supir : iya den
Dimas : mama,aku baru ingat kalau hari ini belajar bareng papa mah...
Luna : Ya ampun.... di minum dulu susu nya ya.... Nanti kita tidak pulang,kita ada urusan.... Besok kamu daftar sekolah baru....
(Supir mendengar dari balik tembok teras depan gedung tempat latihan luna)
Luna : Siapa itu yang kamu maksud pak?
Dimas : Supir mah.... kita mau kemana?
Luna : Nanti mama jelaskan,jangan banyak tanya dahulu ya.... mama musti latihan
Dimas : oke boss
(Luna tersenyumdan hendak masuk mengajak dimas,lussi datang)
Lussi : (sambil memegang handuk) Ayo jeng,kita mulai ya.... Sekarang gerakan mu loh jeng
(luna mengangguk dan mengajak dimas masuk)
Wait
Luna : Aku mau latihan....
(Wira menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca)
Wira : Aku telah mengganggunya.... Aku penggganggu ya alloh.... Aku tak bermaksud....
(Kemudian air mata wira bercucuran, kemudian wira bingung hendak menghapus air matanya)
(Tissu di mobil dan luna mengambilnyadan menghapus air matanya)
Luna : Maafkan aku wira.... Aku tak bermaksud...
Supir : Kenapa nyonya?
Luna : Ah tidak kenapa-napa.....
(Luna segera mengeluarkan dompetnya yang ada kartu nama dan memberikan ke supir)
Luna : Kita ke alamat ini dulu ya....
Supir : Baik nyonya....
(Supir segera mengambil tissu dan menghapus air matanya)
Supir : Maaf nyonya....
(Wira membuka pintu kamarnya dan membenahi bajunya)
Intan : Mama kemana pah?
(Wira Kaget dan memeluk intan dengan mata yang berkaca-kaca)
Wira : Mama sibuk sayang... Lagi ada urusan papa suruh cinta....
(Wira segera melipat baju anaknya,intan segera membantu mengambil dari jemuran dan memberikan ke wira)
Intan : Intan mau pah ikut latihan sama mama....
Wira : (kaget dan tersennyum) memangnya kamu tau latihan apa?
Intan : Kelak intan pasti akan mengerti pah,antara papa dan mama kenapa.... Bicaralah...
(Wira meneteskan air mata mendengar perkataan intan)
Wira : anak ku ya alloh.... telah dewasa..... aku tak menyangka....
(Intan mengambil bajunya dan menghapus air mata papa nya)
Intan : intan tak menyangka juga pah,papah yang lucu dan mama yang cantik bisa bertengkar
Wira : Tau-tauan bertengkar.... Kamu dan adik kamu jangan bertengkar ya.... Ingat pesan papa
(Luna segera turun dari mobilnya,dan terdengar suara nyambung di hp nya)
Intan : Mama disuruh papa kemana?
Luna : (kaget) oh... ini sayang antar barang.... soalnya kamu kan masih tidur tadi
Intan : Oh.... Nanti intan kesana ya mah sama papah....
Luna : kamu tau-tauan aja mama kemana.... Janganlah sayang,kamu masih kecil
(Wira membujuk intan supaya segera memberikan hp nya supaya bicara)
Luna : Kasih ke papa,mama tau papa yang mau bicara
Intan : (memberikan hp nya) Tuh pah cintanya mau bicara
(Luna dan Wira kaget berbarengan berucap dengan cepat)
Luna dan wira : Cintanya
Luna : Maaf,mas aku sudahi dulu ya telephonenya....
(luna langsung mematikan hpnya)
(Intan heran melihat wajah papanya yang tak menentu,gelisah mondar mandir)
Wira : Dimas sudah bangun?
Intan : Belum pah,tapi....
Wira : Tapi apa? mmm Pasti di bawa mama ya?
Intan : (Intan mengangguk) tapi
Wira : (Sambil menghelakan nafas) Tidak kok papa tidak akan membahas hal ini ke mama
(Intan dengan wajah takut mendekat ke arah wira dan wira menggendong intan)
Intan : Janji ya pah,,jangan bertengkar
(Wira mengangguk dan membawa intan keluar)
(Meja luna telah rapih dengan alat make up,dan luna pun telah mengenakan baju sexy nya dan lussi teman luna juga dua penari pria yang mendampingi luna)
Lussi : Kenapa jeng,,kok anaknya gak ikut?
(Dimas memegang baju luna dan handuk)
Luna : Ini anak aku.... anak mu mana?
Lussi : Ada sama papa nya di luar
Luna : (sambil berbisik ke lusi) Sebentar lagi di mulai,aku nitip anak ku sama suami mu ya?
(Lusi mengangguk dan bergegas menuju ke depan)
Luna : (sambil tersenyum) Thanks ya luss sebelumnya
Intan : salah pah.... sembilan
Wira (mengherankan nafas) iya.... kamu benar....
Kamu lanjutkan dulu ya... papa mau bikin minum....
Intan : sudah ada pah,di meja makan.... tadi mama yang buat sebelum berangkat
(Wira tersenyum sambil mengusap kepala intan )
Intan : cie papa.... makin mesra aja ya papa sama mama.... kata mbok dari
Wira : hus.... kamu masih kecil..... sebentar ya... papa mau ambil
(Intan mengangguk dan wira segera mengambil air minum)
Supir : den jangan jauh-jauh
Dimas : iya pak.... maaf
(Luna keluar dari barisan dan mengambil botol minum dan handuk membawanya ke dimas)
Dimas : itu mama,sebentar ya pak mirno
Supir : iya den
Dimas : mama,aku baru ingat kalau hari ini belajar bareng papa mah...
Luna : Ya ampun.... di minum dulu susu nya ya.... Nanti kita tidak pulang,kita ada urusan.... Besok kamu daftar sekolah baru....
(Supir mendengar dari balik tembok teras depan gedung tempat latihan luna)
Luna : Siapa itu yang kamu maksud pak?
Dimas : Supir mah.... kita mau kemana?
Luna : Nanti mama jelaskan,jangan banyak tanya dahulu ya.... mama musti latihan
Dimas : oke boss
(Luna tersenyumdan hendak masuk mengajak dimas,lussi datang)
Lussi : (sambil memegang handuk) Ayo jeng,kita mulai ya.... Sekarang gerakan mu loh jeng
(luna mengangguk dan mengajak dimas masuk)
Wait

Tidak ada komentar:
Posting Komentar